Keefektifan Pendekatan Kooperatif Teknik Student Teams Achievement Division (STAD) pada Pembelajaran Sains Kelas IV di SD Negeri Babarsari Yogyakarta.

Azizah Azizah

Abstract


Pendekatan pembelajaran ini terdiri dari pendekatan kooperatif teknik Student Teams Achievement Division (STAD) dan pendekatan konvensional. Hasil belajar sains, meliputi: produk sains, proses sains, sikap sains, dan keefektifan pengajaran. Model penelitian, quasi eksperimen, dengan (1) tes untuk mengukur prestasi belajar Sains SD (2) observasi untuk mengamati penguasaan keterampilan proses dan sikap sains. Hasil penelitian: model pembelajaran kooperatifteknik, Student Teams Achievement Division (STAD) efektif digunakan pada pembelajaran sains di SD.

Kata Kunci: Teknik Student Teams Achievement Division (STAD), hasil belajar sains


Keywords


The technique of Student Teams Achievement Division (STAD), the results of learning science

Full Text:

PDF

References


Abruscato, J., Teaching children science: a discovery approach (4th ed), Boston: Allyn & Bacon, 1996.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D.R., Assessing affective characteristics in the schools (abridged ed.), New York: Addison Wesley Longman, Inc, 2001.

Arends, R., Classroom instruction and management, United State of America: The McGraw-Hill Companies, 1997.

Armstrong, S., & Palmer, J., “Student Teams Achievement Divisions (STAD) in a twelfth grade classroom: effect on student achievement and attitude”, Journal, 22(I), 3-6. Diambi1 pada tanggal 15 Juni 2010, Dari http:/ /proquest.com/pqdweb, 1998.

Azwar, Saifuddin, Reliabilitas dan validitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Azwar, Saifuddin, Tes prestasi (ed. II), Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Bundu, Patta, Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan, 2006.

Carin, A., Teaching Science Through Discovery, New York: Macmillan Publishing Company, 1993.

Coke, P., “Practicing what we preach: an argument for cooperative learning opportunities for elementary and secondary educators”. Education, 126(2),392-398. Diambil pada tanggal 1 Juni 2010, Dari: http://proquest.com/pqdweb, 2005.

Collette, A.T., & Chiappetta E.L., Science instruction in the middle and secondmy schools. New York: MacMillan Publishing Company, 1994.

Dalyono, Psikologi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Degeng, N. S., Ilmu pengajaran taksonomi variable, Jakarta: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1989.

Depdiknas, “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005”, tentang Standar Nasional Pendidikan, 2005.

Depdiknas, “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006”, tentang Standar lsi untuk Satuan Pendidikan Dasar, 2006.

Dimyati & Mujiono, Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Edihendri, Karakteristik pembelajaran IPA SD, Diambil pada Tanggal 10 Juni 2009, Dari: www.scribd.com/doc/17087298/ karakteristik-Pembelajaran-IPA-SD, 2009.

Elmalati, Pembelajaran kooperatif, diambil pada tanggal 25 Oktober 2009, Dari: www.scribd.com/doc/17277491/Pembelajaran-Kooperatif, 2009.

Haryanto, Sains: untuk sekolah dasar kelas IV. Jakarta: Erlangga, 2004.

Hewit, P., et al, Conceptual integrated science, San Francisco: Addison Wesley, 2007.

Hewit, P., et al, Conceptual physics: a new introduction to your environment (4th ed), Boston: Little, Brown and Company. 1981.

Howe, A.C., & Jones, L, Engaging children in science, New York: Macmillan Publishing Company, 1993.

Jacobson, W.J., & Bergman, A.B, Science for children: a book for teachers (3rd ed.), Boston: Allyn and Bacon, 1991.

Joyce B., Weil M., & Calhoun E, Models of teaching (7th ed.), New York: Pearson Education, 2004.

Kagan, S., “Cooperative Learning”, Diambil pada tanggal 6 November 2009, Dari: www.KaganOnline.com, 1994.

Kaplan, R., & Saccuzzo D., Psychological testing: principles, applications, and issues. California: Brooks/Cole Publishing Company, 1982.

Karuru, Perdi, “STAD untuk Pembelajaran IPA”, Diambil pada Tanggal 25 Juli 2009, Dari: http://duniaguru.com, 2009.

Kirk, R. E., Experimental design: procedures for the behavioral sciences (3rd ed.), California: Brooks/Cole Publishing Company, 1995.

Kuslan, L.I., & Stone A.H., Teaching children science: an inquiry approach. California: Wadsworth Publishing Company, Inc, 1986.

Lie, Anita, Cooperative learning, Jakarta: Grasindo, 2008.

Liebe Seniati, Aries Yulianto, & Bernadette, N.S., Psikologi eksperimen, Jakarta: PT. 1ndeks, 2008.

Mansyur, Harun Rasyid, & Suratno, Asesmen pembelajaran di sekolah, Yogyakarta: Multi Pressindo, 2009.

Martin, R., et al, Teaching science for all children: inquiry methods for constructing understanding (3rd ed.), New York: Pearson Education, 2005.

Martorella, P. H., Social studies for elementary social children: developing young citizens, New York: Macmillan College Publishing Company, 1994.

Muijs, D., & David R., Effective teaching: evidence and practice (2nd ed.), London: Sage Publications Ltd, 2005.

Nagel, P, “Moving Beyond Lecture: Cooperative Learning and The Secondary Social Studies Classroom”. Education, 128 (3), 363-368, Diambil pada tanggal 1 Juni 2010, Dari: http://proquest.com/pqdweb, 2008.

Padilla, M., “The science process skills”. Diambil pada tanggal 08 Juni 2010, Dari: http:/www.narst.org/publications/research/skill.cfm, 1990.

Popham, W.J., Classroom assessment: what teachers need to know. Los Angeles: Allyn & Bacon, 1995.

Purwanto, Ngalim, Psikologi pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2007.

Rahayu, Satutik, 2006. “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dengan Model Inkuiri Terbimbing dan Eksperimen Ditinjuah Dari Sikap Ilmiah”. Tesis Magister, Surakarta Solo: Universitas Sebelas Maret, tidak diterbitkan.

Rezba, R., et al, Learning and assessing science process skills (3rd ed.), United States of America: Kendall/Hunt Publishing Company, 1995.

Samatoa, U, Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2006.

Santrock, J.W, Life span development (9th ed.), New York: McGraw Hill, 2004.

Sax, G, Principle ofeducational and psychological measurement and evaluation (2nd ed.), California: Wadsworth Publishing Company. 1980.

Slavin, R. E, Cooperative learning: teary, research, and practice (2nd ed.), London: Allyn and Bacon, 1995.

Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.

Sugiyono, Metode penelitian pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2008.

Suharjo, Mengenal pendidikan sekolah dasar: teori dan praktek. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan, 2006.

Sujana, Nana, Penilaian hasil belajar proses belajar mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.

Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008.

Supranto, J., Analisis Multivariat: Arti dan Interpretasi, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Suryabrata, Sumadi, Metodologi pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010.

Trihendradi, C., Step by Step SPSS 13: Analisis data statistik. Yoyakarta: Andi, 2005.

Vedder, Teguh, “Sumber Energi Alternatif”, Diambil pada Tanggal 15 Agustus 2010, Dari: http://id.shvoong.com/exact-sciences/ physics/1837410-sumber-energi-alternatif/, 2008.

Williams, K. D., Cooperative learning: a new direction. Education, 117(1) 39-42. Diambil pada Tanggal 15 Juni 2010, Dari http://proquest.com/pqdweb, 1996.

Winkel, W.S., Psikologi Pengajaran, Yogyakarta: Media Abadi, 2009.




DOI: https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v4i1.26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://jurnal.albidayah.id/index.php/home/index

ISSN: 2549-3388 

Creative Commons License

This work for Jurnal Al Bidayah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Hosting & Design by www.groove.co.id